ANJURAN UNESCO UNTUK MELARANG PENGGUNAAN HP DI SEKOLAH

ANJURAN UNESCO UNTUK MELARANG 
PENGGUNAAN HP DI SEKOLAH 

ANJURAN UNESCO UNTUK MELARANG  PENGGUNAAN HP DI SEKOLAH 

UNESCO menganjurkan ke sekolah-sekolah agar  melarangan penggunaan HP.

Bagai mana sikap dalam dunia Pendidikan di negara kita?

Penggunaan HP di sekolah  yang marak saat ini, memang menimbulkan gangguan pembelajaran bedasarkan laporan globalnya untuk itu UNESCO menghimbau negara-negara di dunia untuk melarang penggunaan teknologi yang dirasa kurang menunjang pendidikan, seperti komputer dan handphone (HP). Laporan Pemantauan Pendidikan Global 2023 UNESCO yang berjudul Technology in education: A tool on whose terms? menyatakan bahwa penggunaan HP di sekolah terbukti mengganggu pembelajaran. Namun, kurang dari seperempat total negara di dunia yang melarang penggunaannya di sekolah. Bagaimana sikap dunia Pendidikan Kita?

pelarangan  penggunaan HP dan komputer  di sekolah UNESCO, menutut hasil penelitian  HP dan komputer saat belajar berisiko membuat siswa terlibat dalam kegiatan yang justru tidak ada hubungan dengan pembelajaran. Sementara itu, butuh 20 menit bagi siswa untuk dapat kembali fokus ke pelajaran.

Selain itu Laporan UNESCO tersebut juga menyoroti kurangnya pengaturan dan regulasi yang sesuai terkait penggunaan teknologi dalam pendidikan. Pasalnya, penggunaan teknologi dirasa sudah menggantikan interaksi manusia.

Anjuran pelarangan  penggunaan HP di sekolah oleh UNESCO di dasarkan  bukti  yang di dapat bahwa manfaat pembelajaran akan hilang jika teknologi digunakan secara berlebihan. Manfaat pembelajaran juga berisiko hilang tanpa kehadiran guru yang berkualifikasi untuk menunjang pembelajaran dengan menggunakan teknologi. Sedangkan teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung tujuan bersama pendidikan berkualitas untuk semua.

hal lain juga diungkapkan oleh UNICEF banyak siswa Siswa Tidak Mau Masuk Sekolah Pascapandemi, Apa Alasannya?

"Revolusi digital memiliki potensi yang tak terukur. Namun, sama sama seperti peringatan yang telah disuarakan tentang bagaimana hal itu harus diatur dalam masyarakat, perhatian yang sama harus diberikan pada cara penggunaannya dalam pendidikan," ucap Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO dalam laman resminya."Penggunaannya harus untuk meningkatkan pengalaman belajar dan kesejahteraan siswa dan guru, bukan untuk merugikan mereka. Utamakan kebutuhan siswa terlebih dahulu dan dukung guru. Koneksi online bukanlah pengganti interaksi manusia," jelasnya.

berkaitan dengan anjuran penggunaan HP di , dari laporan ini menyarankan empat pertanyaan yang harus dipertimbangkan pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan pendidikan ketika teknologi diterapkan untuk menunjang pembelajaran.

Baca juga judul berikut

4 Pertanyaan soal Penggunaan HP dan Komputer di Sekolah

  • Apakah Tepat?

Penggunaan teknologi seharusnya dapat meningkatkan beberapa jenis pembelajaran dalam beberapa konteks. Namun, laporan UNESCO mendapati ketimpangan pembelajaran antara siswa yang semakin melebar saat instruksi dilakukan secara eksklusif melalui pembelajaran jarak jauh dan konten online yang tidak selalu sesuai dengan konteks.

"Kita perlu belajar dari kesalahan masa lalu saat menggunakan teknologi dalam pendidikan agar tidak mengulanginya di masa depan," tegas Direktur Global Education Monitoring (GEM) Report UNESCO.

"Kita perlu mengajarkan anak-anak untuk hidup dengan dan tanpa teknologi; untuk mengambil apa yang mereka butuhkan dari berlimpahnya informasi, tetapi mengabaikan hal-hal yang tidak perlu; untuk membiarkan teknologi mendukung, tetapi tidak menggantikan interaksi manusia dalam mengajar dan belajar," jelasnya.

di sini

  • Apakah Adil?

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak sekolah menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Kebijakan ini tidak hanya mendapati pentingnya konektivitas yang bermakna dalam pendidikan, tetapi juga mengungkap ketimpangan signifikan dalam akses pendidikan berbasis teknologi. Hal itu terbukti saat setengah miliar siswa, terutama dari kalangan kurang mampu di daerah terpinggirkan dan pedesaan, dikesampingkan dari pembelajaran online selama pandemi. Hal ini bukti adanya ke tidak adilan dalam perlakuan Pendidikan. Laporan ini menekankan perlunya mengatasi ketimpangan dan memastikan semua siswa memiliki akses ke teknologi dan konektivitas yang diperlukan, terutama dengan fokus pada komunitas yang terpinggirkan.

  • Apakah Dapat Diperluas?

Laporan UNESCO menekankan, nilai tambah teknologi di sekolah perlu punya bukti yang kuat, ketat, dan tidak memihak. Namun, sebagian besar bukti tersebut berasal dari perusahaan teknologi itu sendiri, yang menimbulkan kekhawatiran tentang risiko bias.Selain itu, negara-negara juga harus mempertimbangkan biaya jangka panjang yang ditimbulkan di implementasi penggunaan teknologi dalam pendidikan. Pasalnya, transformasi digital penuh akan memakan biaya yang cukup besar untuk operasional per harinya.

  • Apakah Berkelanjutan?

Kecepatan perubahan teknologi menempatkan tekanan pada sistem pendidikan untuk beradaptasi. Literasi digital dan kemampuan berpikir kritis semakin penting, terutama dengan pertumbuhan AI generatif. Namun, dalam laporan ini hanya terdapat 11 dari 51 pemerintah responden yang memiliki kurikulum untuk AI.

Keterampilan literasi dasar juga dibutuhkan agar para siswa tidak mudah tertipu oleh phishing email. Para guru juga membutuhkan pelatihan yang sesuai. Namun, UNESCO mendapati, saat ini hanya sedikit negara yang memiliki standar untuk pengembangan keterampilan teknologi informasi dan komputer (TIK) guru.

Jaminan yang lebih baik terhadap hak-hak pengguna teknologi juga diperlukan. Saat ini, hanya 16% dari negara-negara di dunia yang menjamin privasi data dalam pendidikan secara hukum. Selain itu, 39 dari 42 pemerintah yang menyediakan pendidikan online selama pandemi telah mendukung penggunaan yang 'berisiko atau melanggar' hak-hak anak. Klik Raja Sastra di Sini

berdasarkan artikel tersebut bagaimana sikap Menteri Pendidikan kita menanggapi hal tersebut? Kita memamg memerlukan teknologi untuk mencapai kemajuan dalam Pendidikan. Tapi yang paling pokok peran guru lebih penting dan tidak akan tergantikan apa lagi kalau melihat tujuan Pendidikan Nasioanal yang fokus pada meningkatkan keimanan dan ketakewaan

Baca judul  yang berkaitan di bawah ini

UNESCO Usulkan Larangan Penggunaan HP di Sekolah, Ini Alasannya!


Sumber di dapat dari: artikel detikedu, 


1 komentar untuk "ANJURAN UNESCO UNTUK MELARANG PENGGUNAAN HP DI SEKOLAH "

  1. Terima kasih. Kalau bisa diedit tolong UNISCO > UNESCO, Pak🙏🙏🙏

    BalasHapus